ASI Eksklusif: for a better future ;D

Tantangan buat seorang ibu di tiap jamannya beda-beda. Menurutku tantangan buat seorang ibu di jaman sekarang adalah pemberian ASI eksklusif (ASIX) buat anaknya. Soalnya waktu jaman kita baby dulu pemberian ASIX belum digaungkan (mungkin sudah ada, tapi gak beken :D). Aku sangat bersyukur karena asi-ku bisa dibilang lumayan banyak sampai hari ini (Al is 4 mos), dan semoga bisa terus mencukupi kebutuhan Al sampai 2 tahun. Just fyi, ASIX diberikan pada bayi sampai dengan usia 6 bulan, lanjut sampai 2 tahun dengan tambahan pemberian makanan pendamping asi (MPASI). cmiiw

Tantangan yang cukup berat adalah pemberian asix ini belum di sounding ke orangtua-orangtua kita (bapak, ibu, tante, om, nenek, kakek, bude, pakde), informasinya baru sebatas sampai ke kita para ibu baru ini. Jadi dukungan dari lingkungan terdekat pun dirasa kurang. Untungnya suami dan orangtua kami-dengan informasi dari dsa- mendukung sepenuhnya pemberian asix ke Al. Memang sih ada pihak-pihak yang ‘kurang setuju’ dengan pemberian hanya asi sampai 6 bulan. Pertanyaan-pertanyaan dan komentar rada miring sering banget aku dapetin, seperti :

Kalo anaknya gendut gini harusnya dari 3 bulan udah dikasi biskuit bayi..’

‘Minumnya asi aja? Gak pake susu formula? Nanti kalo ditinggal-tinggal gimana?’

dll…

Ngasi penjelasan panjang lebar mengenai hebatnya si asi ini rasanya percuma soalnya itu sama dengan berusaha mengubah mitos, buang-buang energi. Jadi cukup sekali kasi penjelasan kalo asi itu satu-satunya yang dibutuhkan bayi sampai 6 bulan, kalo disambut lagi dengan pertanyaan atau pernyataan bantahan berarti cukup dibalas dengan senyuman atau anggukan atau ‘gitu ya..’ Beres, case closed. Dalam spirit memperingati hari Kartini kemarin (naon sih?), menurutku ini adalah salah satu tantangan bagi kaum wanita, tantangan untuk menyehatkan dan mencerdaskan generasi berikutnya, generasi yang akan membangun bangsa (caaasss… beraaat kata-kata gw), karena yang bisa melakukan ini (ngasih asi) ya cuma wanita, para pria hanya (dan harus) memberikan support dan spirit. Tapiiii, aku bukan mau mengecilkan hati para ibu yang tidak atau kurang berhasil dalam memberikan ASIX pada anaknya dengan alasannya sendiri. Don’t worry mommies, ada yang namanya re-laktasi kok. For more info about that i refer to AIMI-ASI ya.

Ngasih ASIX ke Al buatku bukan hanya memberikan asi aja, tapi moment nyusuinnya itu loh yang bikin bener-bener eksklusif. Bayangin aja, sambil nyusuin, peluk-pelukan sama Al, eye contact, the emotion really flows, a trully private moment. And i get to experienced it many times everyday, what a privilige. Kalo Al belom merem pas nyusu dan aku sambil liat ke arah lain (misalnya liat ke tv atau cek BB), pas aku nengok balik ke dia pasti dia lagi liatin mukaku. Dan waktu dia liat aku udah liatin dia lagi dan cium jidatnya baru dia merem. That’s when i learn that eye contact during breastfeeding is important, even babies know thatπŸ˜‰

I am no expert cos i myself am still learning about this Motherhood-thing. Kurang lebih 2 bulan lagi Al akan mulai makan. Dijamin heboh nih persiapan untuk Mpasinya.. Hihi.. Starting with…….. buy a new refrigerator! Haha.. Believe it or not, kulkas yang dipake sekarang di rumah adalah kulkas dari jaman aku kuliah dan ngekos di Jatinangor! Kulkas kecil 1 pintu warna ijo telor asin hadiah dari tanteku. Full with memories. I’m gonna need the one with 2 doors, seperate fridge. Or is this just another reason to buy new household furniture??πŸ˜€ Whatever the reason is, i actually really need it..Β πŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s